KOMPAS.com - Meski dikabarkan akan segera dijual, divisi smartphone milik Sony ternyata masih cukup rajin merilis perangkat. Belum lama ini pun, perusahaan asal Jepang tersebut baru saja memperkenalkan produk terbarunya, yaitu...
Minggu, 05 April 2015
Asus Mau Bikin SmartWatch Tanpa Android Wear
KOMPAS.com - Asus dikabarkan akan membuat peranti jam tangan pintar (smartwatch) baru. Namun, tak seperti ZenWatch 3 yang telah lebih dulu dipasarkan, jam tangan pintar Asus yang baru tersebut...
Menyimak Teknologi Seluler, dari 1G Hingga 4G
KOMPAS.com – Teknologi komunikasi seluler 4G sedang jadi topik hangat mengingat penerapannya tergolong baru di Indonesia. Namun sejatinya, teknologi yang ada tak melulu 4G. Ada sejumlah teknologi lain yang...
Windows RT Sudah Tamat
KOMPAS.com - Sistem operasi Windows RT saat ini hanya diusung oleh tablet Nokia Lumia 2520 dan Surface 2. Kedua tablet tersebut saat ini tidak lagi diproduksi. Dengan demikian, nasib...
LG Ice Cream, Android Lipat untuk Anak Muda
KOMPAS.com - Ponsel model lipat (clamshell) masih belum "mati". LG masih berusaha menghidupkan kembali model ponsel yang populer beberapa tahun lalu melalui produk terbarunya, LG Ice Cream.Produk dengan model clamshell ini,...
Sabtu, 04 April 2015
Ini Ponsel 4G "Tercepat" Pertama di Dunia
Produk baru tersebut tidak memiliki banyak perbedaan dari Galaxy Note 4 versi original. Hanya saja, Galaxy Note 4 S-LTE telah mendukung kecepatan 4G LTE yang lebih kencang.
Perangkat ini, seperti KompasTekno kutip dari Phone Arena, Selasa (20/1/2015), akan mendukung 4G LTE kategori 9. Itu artinya, perangkat tersebut mampu mengunduh data dengan kecepatan super cepat, hingga 450 Mbps.
Ia juga merupakan ponsel dengan dukungan 4G LTE kategori 9 pertama yang dirilis ke pasaran.
Galaxy Note 4 S-LTE ini, untuk saat ini, hanya bisa digunakan secara optimal di negara Korea Selatan. Musababnya, baru satu operator yang merilis layanan 4G LTE triband di dunia, yakni SK Telecom, operator seluler asal Negeri Ginseng tersebut.
Perangkat ini sendiri mendukung agregasi tri-band 10 MHz + 10 MHz + 20 MHz, layanan yang baru saja dirilis oleh SK Telecom bulan lalu.
Untuk mendukung jaringan tersebut, Galaxy Note 4 S-LTE menggunakan prosesor buatan Samsung sendiri, Exynos 5433.
Seri prosesor yang digunakan ini berbeda dari yang dirumorkan sebelumnya. Kala itu, Samsung dikabarkan akan mempersenjatai Galaxy Note 4 S-LTE dengan prosesor Snapdragon 810 dari Qualcomm.
Saat ini, Galaxy Note 4 S-LTE baru akan dirilis di pasar Korea Selatan saja. Informasi perihal harga perangkat tersebut pun belum dibeberkan oleh Samsung.
Selain Samsung, LG juga akan merilis perangkat yang dilengkapi dengan dukungan LTE kategori 9. Perangkat tersebut adalah LG G Flex 2. Produk ini dijadwalkan untuk dirilis pada 30 Januari 2015, lebih lama satu minggu ketimbang Galaxy Note 4 S-LTE.
Internet Indonesia Makin Kencang, Nomor 77 di Dunia
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia mengalami pertumbuhan kualitas internet yang signifikan pada kuartal III tahun 2014. Hal ini tertera pada laporan per kuartal yang dirilis lembaga penyedia layanan cloudglobal, Akamai Technologies, melalui laporan State of...
Tali Jam Pintar Seharga Rp 5 Juta
KOMPAS.com - Montblanc ikut terjun ke dalam tren jam tangan pintar (smartwatch). Namun, produsen jam tangan mewah ini memilih sesuatu yang berbeda. Alih-alih membuat smartwatch, mereka justru membuat tali (strap)...
Oppo Bikin Tampilan Khusus untuk R5
KOMPAS.com - Oppo merancang tema khusus untuk smartphone R5, yaitu ColorOS Dark Theme. Keputusan perancangan tema tersebut diambil karena jenis layar yang digunakan R5 berbeda dari seri produk Oppo lainnya.Produk Oppo...
Jumat, 03 April 2015
Apple Siapkan iPhone Versi Mini?
KOMPAS.com — Apple belakangan mulai terjun membuat ponsel layar lebar melalui duet iPhone 6 (4,7 inci) dan iPhone 6 Plus (5,5 inci). Akan tetapi, pabrikan itu agaknya belum mau meninggalkan...
R5 Bisa Dipesan di OPPO Store
Jakarta – Penjualan OPPO R5 secara online telah dimulai sejak 24 November 2014 dan mendapatkan respon yang baik dari pengguna setianya melalui online store ofanstore.co.id. Namun antusiasme pengemar dan...
Kamis, 02 April 2015
Teknologi "Bebas Ngelag" AMD Disuntik ke Monitor Samsung
Melalui kerja sama tersebut, Samsung akan mengadopsi teknologi FreeSync yang dikembangkan oleh AMD ke dalam lini monitor Ultra High Definition (UHD) mereka yang akan diluncurkan pada kuartal pertama 2015.
Dengan demikian, Samsung akan menjadi produsen monitor pertama yang mengusung teknologi AMD FreeSync dalam produk-produknya.
"Kami senang bisa mengadopsi teknologi FreeSync ke dalam rangkaian monitor UHD Samsung yang akan diproduksi tahun 2015, karena mendukung open standard," ujar Joe Chan, VP Samsung Electronics Southeast Asia saat memberikan sambutannya.
"Dengan teknologi tersebut, kami percaya pengguna, khususnya gamer akan bisa menikmati game dan video yang lebih halus lagi tanpa efek stuttering atau tearing dalam monitor," demikian imbuh Chan.
Rencananya, Samsung Electronics akan menanamkan teknologi FreeSync dalam monitor seri Samsung UD590 (model 23,6 inci dan 28 inci) dan seri UE850 (model 23,6, 27, dan 31,5 inci).
Tentang FreeSync
FreeSync adalah teknologi video yang dikembangkan AMD untuk mengatasi dua masalah yang sering dikeluhkan gamer, yaitu stuttering dan tearing dalam tampilan grafis video karena refresh rate antara kartu grafis dan monitor tidak sinkron.
Selain tidak nyaman di mata, dua masalah tersebut juga menyebabkan input mouse kurang responsif, seperti yang disampaikan oleh Richard Huddy, Chief Gaming Scientist AMD di hadapan bloger dan awak media yang menghadiri ajang Future of Compute.
FreeSync akan memberikan sinkronisasi terhadap refresh rate antara kartu grafis AMD Radeon, APU dan monitor secara dinamis. Hal tersebut diklaim AMD bisa mereduksi latensi input dan cacat visual selama bermain game (terlebih genre First Person Shooter,seperti Battlefield) dan pemutaran video kualitas HD.
AMD sendiri bukan satu-satunya yang mengembangkan teknologi refresh rate yang dinamis ini. Pesaingnya, Nvidia juga telah mengumumkan teknologi Nvidia G-Sync untuk mengatasi kendala yang sama.
Namun menurut AMD, FreeSync memiliki keunggulan dibanding G-Sync karena teknologi tersebut menganut sistem open standard, siapa pun boleh mengadopsinya secara gratis.
Karena bisa dipakai secara gratis, AMD juga mengklaim bahwa monitor dengan FreeSync akan lebih murah di pasaran dibanding rivalnya itu.
Di Indonesia, Xiaomi Bisa Dibeli di Toko
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sebelumnya hanya tersedia secara online lewat layanan e-commerce Lazada, smartphone Xiaomi pada Jumat (14/11/2014) minggu ini mulai dijual secara offline di gerai Erafone."Mulai hari ini Erafone jadi partner resmi...
Jelang "Lollipop", Sepertiga Android Sudah "Kitkat"
Tapi populasi perangkat dengan OS Android "Kitkat" terus bertambah.
Sebagaimana dikutip KompasTekno dari BGR (5/11/2014), data terakhir dari dashboardGoogle menunjukkan bahwa sistem operasi itu kini telah digunakan oleh 30 persen atau sekitar sepertiga jumlah perangkat Android yang beredar.
Di luar "Jelly Bean" dan "Kitkat", versi Android lain yang ternyata masih banyak dipakai adalah Android 4.0 Ice Cream Sandwich (8,5 persen) dan Android 2.3 Gingerbread (9,8 persen).
Versi terbaru Android 5.0 "Lollipop" belum terlihat di radar dashboard Google karena baru mulai tersedia di Nexus 6 dan Nexus 9.
Sistem operasi ini akan menyusul hadir di perangkat smartphone dan tablet seri Nexus lainnya, kemudian perangkat Google Play Edition dan model-model kelas atas dari sejumlah pabrikan.
4G Sudah "Mengetuk Pintu" Indonesia
Nah, sebelum pintu dibukakan dan sang tamu dipersilakan masuk, ada baiknya kita melihat seperti apa sebenarnya yang diharapkan dari kehadiran 4G di Indonesia.
Seperti juga teknologi telekomunikasi lainnya, yang saat ini sudah ada maupun belum ada di Indonesia, hal utama yang diharapkan adalah kemampuan komunikasi yang lebih baik dan akses pada informasi.
Akses informasi adalah prasyarat utama untuk meraih keunggulan dalam ekonomi global saat ini. Bayangkan, seorang petani di desa yang memiliki informasi terkini dan real-timesoal harga komoditas hasil taninya. Setidaknya ia bisa punya gambaran nilai dari hasil panennya nanti.
Akses informasi juga berguna bagi para pekerja di kota. Misalnya, untuk mengetahui kemacetan, informasi transportasi publik dan lainnya yang ia butuhkan sehari-hari.
Tapi memang akses informasi melalui jaringan internet belum mencakup seluruh penduduk Indonesia. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan jumlah pengguna internet baru mencapai 82 juta dari 250-an juta jumlah penduduk keseluruhan di Indonesia.
Di sisi lain, dengan 300-an juta pelanggan mobile (nomor ponsel) di Indonesia, ada pertumbuhan yang sangat pesat di sisi telekomunikasi mobile. Adopsi mobile broadband pun dilaporkan mencapai 50 persen dari pelanggan.
Artinya, 4G -- sebagai kelanjutan dari 3G dan 2G -- punya potensi untuk memberikan akses informasi pada banyak pengguna layanan telekomunikasi seluler.
Jika di Indonesia 4G baru "mengetuk pintu", beberapa negara di dunia sudah mulai menjalankan 4G. Menurut OpenSignal, pada Februari 2014 terdapat 76 negara di dunia yang sudah menerapkan 4G LTE.
Beberapa negara memiliki ketercakupan yang lebih baik dari negara lainnya, Korea Selatan, misalnya, mencapai 91 persen. Disusul kemudian oleh Swedia (88%), Hong Kong (74%) dan Jepang (68%).
Angka ketercakupan di atas mengacu pada "Time On LTE", yaitu berapa persen waktu rata-rata pelanggan, saat tersambung ke jaringan, mendapatkan sinyal 4G LTE.
OpenSignal juga menyebutkan, Australia sebagai negara dengan kecepatan rata-rata tercepat, di angka 24,5 Mbps. Selain itu, salah satu operator di Brasil jadi yang tercepat di dunia dengan kecepatan 27,8 Mbps.
Namun angka kecepatan itu ternyata bisa mengecoh. Karena, data "Time On LTE" menunjukkan bahwa Brasil masih ada di kisaran 45 persen, sedangkan Australia di 58 persen.
Hal itu menunjukkan, meski kecepatannya tinggi, namun sebaran jaringannya belum merata. Buat apa ada jaringan cepat, jika tidak bisa diakses setiap saat
Ini berbeda dengan Korea Selatan, yang memiliki ketercakupan 91 persen. Kecepatan rata-rata di Korea Selatan memang lebih rendah dari dua negara tercepat tadi, "hanya" 18,6 Mbps. Tapi, kalau kecepatan itu bisa dirasakan setiap saat, bukankah jadinya lebih baik?
Nexus 9, Tablet Android 5.0 Lollipop Pertama
KOMPAS.com — Nexus 6 adalah smartphone pertama yang mengusung Android 5.0. Untuk perangkat tablet, Nexus 9 yang berhak mendapat gelar tablet pertama di dunia yang mengusung Android 5.0 Lollipop.Nexus 9 diperkenalkan bersamaan...
Masuk Indonesia, Lumia 930 Dibanderol Rp 7 Juta
JAKARTA, KOMPAS.com - Smartphone papan atas dari Microsoft, Lumia 930, dijadwalkan mulai hadir di pasaran Indonesia pada 31 Oktober mendatang. Pihak pembuatnya mematok harga perangkat high-end ini di angka Rp 7,25 juta."Sebelum itu,...
Rabu, 01 April 2015
Komparasi Hasil Foto iPhone 6 dan 7 iPhone Lama
KOMPAS.com - Dari tahun ke tahun, Apple semakin memperkuat teknologi kamera dalam smartphone unggulannya, iPhone. Banyak perubahan yang diberikan Apple dalam kamera iPhone semenjak smartphone tersebut diperkenalkan tujuh tahun...
Begini Cara Intel "Buang" Kabel dari Monitor
Pada acara Intel Developer Forum (IDF) 2014 yang berlangsung minggu lalu di San Francisco, Senior VP and GM PC Client Group Intel, mengatakan, "Kami akan membuang keruwetan lilitan kabel; kabel docking; kabel charger; kabel data."
Menurut Saugen, Intel akan menghadirkan platform referensi untuk PC yang bebas dari kabel, termasuk perangkat monitor nirkabel, pada akhir tahun 2015 mendatang.
Untuk mewujudkan visi ini, Intel mengembangkan dua teknologi dasar nirkabel, yaituwireless charging hotspot dan wireless gigabit (WiGig).
Teknologi jaringan nirkabel, WiGig yang dikembangkan Intel bakal memiliki kecepatan transfer data tiga kali lipat lebih kencang dibandingkan standar 802.11 ac. WiGiG diklaim mampu mentransfer data berukuran besar (seperti audio dan video) dengan mulus melalui jaringan nirkabel.
WiGig tak hanya digunakan untuk keperluan transfer data melalui jaringan. Ia juga berguna untuk "menyulap" layar monitor menampilkan gambar dari PC, laptop, atau perangkat lain tanpa perlu kabel terhubung.
Penggunaan teknologi WiGig untuk perangkat monitor juga diperlihatkan di acara IDF 2014. Staf Intel mendemokan perangkat "2 in 1" yang tampilan layarnya dapat muncul di perangkat monitor terpisah tanpa ada kabel yang terhubung antar-keduanya.
"Tak hanya layar nirkabel namun storage, keyboard, dan mouse, dan semua periferal yang bikin tas ransel berat dan menyebar di meja kita. Kami menghilangkan (kabel) dengan satu teknologi, menggunakan wireless gigabit," kata Saugen.
WiGig dijadwalkan hadir di platform dengan prosesor Skylake pada 2015 mendatang.
Wireless charging
Cara kerja wireless charging di perangkat laptop juga diperlihatkan Intel di panggung IDF 2014. Dalam sebuah sesi, Kirk Skaugen menunjukkan wireless charging di laptop bukanlah sekadar konsep lagi dan bakal siap dipakai mulai 2015 mendatang.
Dalam demo, staf Intel di panggung acara meletakkan sebuah laptop ke atas meja kayu. Laptop tersebut terlihat langsung ter-charge dan proses pengisian baterai tetap berlangsung meski laptop digeser-geser posisinya. Pengisian baterai terhenti ketika laptop diangkat.
Yang menarik, tidak ada papan atau permukaan khusus peralatan wireless chargingterlihat di atas meja. Ternyata peralatan tersebut tersembunyi di bawah meja. Dengan teknologi magnetic resonance, perangkat ternyata tak perlu bersentuhan langsung dengan pengisi baterai.
"Gelombang pengisian baterai bisa menembus kayu hingga setebal 2 inci," kata Skaugen sambil memperlihatkan papan sirkuit wireless charging yang diambilnya dari bawah meja.
Saat laptop di-charge, gelang pintar dan smartphone ikut diletakkan di atas meja. Hasilnya, gadget-gadget tersebut ikut ter-charge berbarengan.
Untuk mengembangkan wireless charging berbasis teknologi magnetic resonance, Intel bergabung dengan vendor-vendor dalam organisasi A4WP (Alliance for Wireless Power).
Intel sendiri berencana bakal segera menerapkan standar wireless charging untuk perangkat-perangkatnya komputernya, dimulai dari generasi prosesor "Skylake" yang resmi diperkenalkan pada ajang IDF 2014.
Intel Luncurkan Seri Prosesor Core M
KOMPAS.com - Pertama kali diungkapkan keberadaannya pada awal Juni lalu, seri prosesor mobile Core M akhirnya diluncurkan oleh Intel. Core M adalah bagian dari keluarga prosesor baru bernama Broadwell yang...